Mohon saran & kritik dari pembaca, karena penulis manusia tempatnya salah & lupa artikel yang baik datangnya dari alloh & yang salah datangnya dari penulis

Jumat, 20 Desember 2013

Buku menyesatkan

 Warga NU tak pilih PKB masuk neraka, pengurus no comment
F PKB Launching Buku.
313
Muncul peringatan bagi warga NU di seluruh Indonesia dan dunia. Jika tidak nyoblos Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam pemilu 2014 mendatang, jangan harap akan masuk surga.
Peringatan seperti di atas tersirat dalam sebuah buku setebal 44 halaman karangan KH Ushfuri Anshor dengan judul ‘Belum Terlambat Sebelum Kiamat’.
Buku tipis itu sebenarnya bukan buku baru karena pernah diterbitkan pada tahun 2006. Namun oleh DPP PKB buku tersebut kembali dicetak ulang. Kepentingannya tentu menjelang pemilu 2014 nanti. Buku tersebut juga direvisi di sana sini, termasuk mengganti kata pengantar yang ditulis oleh Sekjen PKB Imam Nahrawi.
Buku ini menjadi ‘happening’ karena dalam silaturahmi NU dan PKB di Gedung PKB, Purbalingga, Jawa Tengah 8 Januari lalu dibagi-bagikan secara gratis. Dalam acara itu, pengurus DPC PKB Purbalingga menyerukan agar seluruh warga NU bersatu untuk memenangkan PKB pada Pemilu 2014.
Buku tersebut menjadi kontroversi karena di halaman 8, si penulis yakni KH Ushfuri Anshor menyebut "Barang siapa yang tidak mencoblos PKB, partai politik yang didirikan oleh PBNU pada tahun 1998 tersebut, maka orang NU itu jika wafat dipastikan tidak akan masuk surga."
Sebenarnya, buku yang ditulis KH Ushfuri Anshor itu lebih banyak berbicara tentang hujjah-hujjah serta argumennya tentang kewajiban warga Ormas terbesar se Indonesia tersebut untuk untuk mencoblos PKB dalam pemilu. Secara pribadi KH Ushfuri sudah pernah menyebarkan tulisannya sejak Pemilu 2004 silam.
Di antara hujjah dan argumen Kyai Ushfuri, ia mengutip pendapat Kyai Mustahdi Abbas yang menafsirkan kata "syibron" dalam hadits Rasulullah SAW dari Ibnu Abbas:
"Barang siapa melihat sesuatu yang tidak dia sukai dari penguasanya, maka bersabarlah! Karena barang siapa yang memisahkan diri dari jamaah sejengkal saja, maka ia akan mati dalam keadaan mati jahiliah". (Muttafaq ‘Alaih)
Menurut Kyai Ushfuri, Kyai Mustahdi Abbas menafsirkan kata syibron dalam hadits tersebut antara lain yaitu, termasuk warga NU yang benar-benar patuh kepada NU. Tetapi tidak mau memilih PPP pada pemilu waktu itu (sebelum PKB ada).
"Saya yakin seandainya KH Mustahdi Abbas sampai sekarang masih hidup, pasti beliau akan berfatwa: Seluruh warga NU wajib pilih PKB, jika tidak maka dosanya tidak diampuni oleh Allah SWT," tulis KH Ushfuri Anshor dalam buku tersebut.
Buku tersebut bisa diunduh di situs resmi DPP PKB di alamat www.dpp.pkb.or.id
[war]

MAU HUKUMAN RINGAN,??? KORUPSI YANG BANYAK.



Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid mengkritik putusan vonis majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi terhadap mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dalam kasus suap impor daging sapi. Menurut Hidayat, vonis 16 tahun kurungan penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun penjara tidak adil.

Hidayat mencontohkan, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dihukum 7 tahun penjara, padahal kerugian negara yang disebabkan Nazaruddin lebih besar dibandingkan Luthfi. Nazaruddin diketahui terlibat dalam perkara korupsi Wisma Atlet.

Hidayat juga membandingkannya dengan vonis mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular, yakni 9 tahun. Padahal, lanjut Hidayat, kerugian negara yang diakibatkan Robert mencapai triliunan rupiah.

“Sementara Luthfi yang dituduh menerima Rp 1,3 miliar dari Fathanah, yang pada kenyataannya tak menerima satu persen pun, divonis 16 tahun penjara. Jadi terkesan kalau ingin korupsi, korupsilah yang banyak supaya hukumannya ringan,” imbuh Hidayat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/12/2013).



Hidayat menuturkan, PKS tidak ingin ada politisasi yang terjadi dalam proses hukum. Ia melihat vonis yang dirumuskan majelis hakim sangat janggal. Dia pun mendukung upaya Luthfi untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.

“Kami yakin tim kuasa hukum akan melakukan langkah progresif dalam mencari keadilan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq. Ia menganggap vonis terhadap Luthfi adalah vonis politik. “Bukan saja mengabaikan fakta-fakta hukum di persidangan, tapi masyarakat mulai membandingkan vonis ini dengan kasus-kasus lain yang sudah diputus pengadilan. Festivalisasi kasus hukum ini belum akan berhenti di sini,” kata Mahfudz.

Ketua Komisi I DPR ini berpendapat bahwa KPK kini bertransformasi sebagai dewa hukum baru. “Ya terserah KPK dan Pengadilan Tipikor-nya mau apa. Toh katanya semua orang harus hormati proses hukum,” ucapnya.

SUMBER:http://www.pkspiyungan.org/2013/12/hidayat-nurwahid-mau-hukuman-ringan.html

Banjir di purworejo



Banjir dan longsor menerjang 53 desa di 11 Kecamatan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (20/12/2013). Bencana tersebut disebabkan meluapnya air Sungai Bogowonto dan anak-anak sungainya. Beberapa tanggul sungai jebol seperti di Desa Kemiri, Bayan, dan Butuh. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Puwo Nugroho menjelaskan, akibat bencana itu, tiga warga meninggal, yakni Wongso Suwito (85), warga Desa Tunggorono, Kecamatan Kutoarjo akibat terseret arus air sungai setempat. Lalu dua lainnya, Riyanah (48) dan Siti Aminah (8), menjadi korban longsor di Kecamatan Bruno. Satu korban hanyut banjir dan masih dalam pencarian. 

Sementara itu, lebih dari 600 keluarga mengungsi, puluhan rumah rusak berat, ribuan hektar sawah terendam. Sutopo menyebutkan, 11 kecamatan yang dilanda bencana setelah hujan deras mengguyur sejak Kamis (19/12) malam antara lain Purworejo, Kutoarjo, Kemiri, Butuh, Pituruh, Bruno, Ngombol, Purwodadi, Bagelen, Grabag, dan Bayan.

"BPBD, TNI, Polri, Tagana, Basarnas, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan penanganan darurat. BPBD Jawa Tengah dan BPBD kabupaten di sekitarnya membantu penanganan bencana," jelas Sutopo, Jumat malam.

Terkait dengan meningkatnya banjir dan longsor, lanjut dia, pada hari Jumat ini (20/12/2013) Kepala BNPB di Bojonegoro telah memerintahkan personel BNPB dan BPBD harus sudah berada di garis depan tempur menghadapi banjir dan longsor. 

Sebelumnya di Jawa Tengah, Deputi Penanganan Darurat BNPB, Tri Budiarto bersama Kalaksa BPBD Kabupaten/Kota se-Jateng telah melakukan rapat koordinasi antisipasi banjir dan longsor. Deputi PD BNPB telah mengajak seluruh masyarakat Jateng bersiaga satu menghadapi longsor. 

Untuk operasional, jelas Sutopo, BNPB telah memberikan Rp 6,4 miliar dana siap pakai kepada BPBD Jateng. Gubernur Jateng telah mengeluarkan surat pernyataan status darurat bencana banjir dan longsor yang berlaku mulai 8 Desember 2013 hingga 31 Maret 2014. 

"Dana tak terduga juga sudah dicadangkan. BPBD Jawa Tengah telah menyusun rencana kontinjensi banjir dan longsor skala detil," tandasnya.

Minggu, 15 Desember 2013

Mari Belajar Bahasa Wo ai ni

1. Wo ai ni ( wo ai ni )  我 爱 你 Aku cinta kamu
2.Wo ye ai ni ( wo ye ai ni) 我 也 爱 你 Aku juga cinta kamu
3. Zhu ni shengri kuai le…! ( cu ni shengre khuai le’) 祝你生日 快乐 Selamat ulang tahun…!
4. Zhu ni xinnian kuai le…! ( cu ni sin nien khuai le’) 祝你新年 快乐 Selamat tahun baru…!
5. Huanying guanying…! ( huan ing kuan ing) 欢迎观影 Selamat datang…!
6. Ni hao…! ( ni hao ) 你好 Hai…!
7. Ni hao ma….? ( ni haow ma…?) 你 好 吗….? Bagaimana kabarmu…?
8. Wo hen hao, ni ne..? ( wo hen haow, ni ne…?) 我 很 好 , 你呢? Saya baik – baik saja, dan kamu...
9. Hao jiu bu jian, zuijin zenmeyang...? ( haow jiu pu jien, zuicin zemeyang…?) 好久不见,最近怎么样? Lama tidak lihat kamu, bagaimana kabar akhir-akhir ini?
10. Zao an…! ( cao an …!) 早安…! Selamat pagi
11. Zhong wu hao…! Wu an ! ( chong uw haow…!) 中午好。。。! Selamat siang
12. Xiawu hao…! ( sia uw haow…!) 下午好 Selamat sore
13. Wanshang hao…! Wan an ! ( wansang haow…!) 晚上好 Selamat malam
14. Zai jian …! ( cai jien ) 再见 Sampai jumpa lagi.
15. Qing wen…! ( jing wen…! ) 请问 Permisi tanya…!
16. Qing ni xiao xin ( jing ni siao sin) Kamu, hati-hati ya…!
17. Man – man zou…! ( Man-man cou…!) 慢慢走 Jalan pelan–pelan
18. Mingtian women jian mian hao ba…! ( mingtien women jien mien haow pa…!) 明天 我们 见面 好吧 Besok kita ketemuan ya…!
19. Yihou wo gei ni da dianhua…! ( iihaow wo kei ni ta tienhua…!) 以后我给你打电 话 Ntar..! aku telpon kamu.
 20.Gei wo fa duan xin…! ( kei wo fa tuan sin…!) 给我发短信 Kirim aku sms dong…!
 21. Jintian wanshang women kan dianying hao ma…? ( jintien wanshang women khan tien-ing haow ma?) 今天 晚上我们看电影好吗。。。? ntar malam kita nonton bioskop yuk…!
 22. Qing ni bang wo zhaoxiang…! ( jing ni pang wo zaosiang…!) 请你帮我朝向 Tolong foto aku dong…!
23. Qing jin, qing zuo…! ( jing cin, qing cuo…! ) 请进,请坐 Silahkan masuk, silahkan duduk…! 
24. Xie-xie…! ( sie – sie )谢谢 Terima kasih
25. Dui bu qi ( tuie pu ji) 对不 起 Maaf ya…!
26. Mei guanxi….! (mei kuan si…!) 没关系 Tidak masalah…!
27. Wo hen gaoxing…! ( wo hen kaosing…!) 我很高兴 Saya sangat senang sekali
28. Ni hen pioliang …! ( Ni hen phioliang) 你很漂亮 Kamu cantik sekali
29. Ni hen suai …! ( ni hen suai…!) 你很素爱 Kamu tampan sekali
30. Ni jiao shenme mingzi…? ( ni jiao shem me mingce…?) 你叫什么名字。。。? Siapa nama anda
31. Wo jiao budi, ni ne…? ( wo jiao budi ni ne…?) 我叫budi 你呢? Nama saya adalah budi, dan kamu…?
32. Dui buqi mafan ni …! ( tui pu ji mafan ni…!) 对不起麻烦你 Maaf merepotkan kamu…!
33. Ruguo wo pei ni qu hao ma…? ( rukuo wo phei ni ju hao ma?) 如果我陪你去好 吗。。。? Bagaimana kalau aku temani kamu pergi…?
34. Deng yixiar….! ( teng ii siar…!) 等一下人 Tunggu sebentar ya…!
35. Dangran…! ( tangran…!) 当然 Tentu saja…!
36. Ni qu nar…? ( ni ji nar…?) 你去哪儿 Kamu mau pergi kemana…?
37. Wo qu shichang mai yifu ( wo ji shechang mai iifu) 我去市场买衣服 Saya ke mall beli baju
38. Zhe jian yifu duoshao qian…? ( ce jien iifu tuoshao jien…?) 这 件 衣服 多 少 钱 Berapa harga baju ini…?
39. Zhe ge hen gui…! ( ce ke hen kui…!) 这 个 很 贵…! Mahal sekali…!
40. Gei wo pianyi yidianr…! ( kei wo pianyi ii tienr…!) 给我便宜哟点儿 Kasih murahan dikit dong…!

Pencurian mayat perawan

Resi Rokis Suhana alias Pamungkas (27), pelaku pembongkaran makam dan pencurian jenazah di Cilacap, berhasil ditangkap jajaran reserse dan kriminal Polres Cilacap, Minggu 15 Desember 2013. Resi mengakui perbuatannya membongkar makam dan mengambil bagian tubuh jenazah setelah mendapat bisikian gaib. Salah satu korbannya adalah jenazah gadis bernama Endah Setyowati (24). Pelaku mengambil tengkorak kepala gadis yang meninggal empat bulan lalu untuk ritual ilmu. "Buat ilmu terbang," kata Resi. Selain mengambil bagian tubuh mayat, Resi juga mengaku mengambil kain mori (kain kafan) jenazah. Hasil curiannya itu kemudian digunakan sebagai ritual untuk memperoleh ilmu agar bisa terbang dan menghilang. Resi menimbun tulang-belulang dan kain kafan di kebun pisang dengan sesaji.
Pelaku mengaku telah mengambil mayat di tiga lokasi makam, di antaranya makam bayi kembar, makam gadis perawan dan satu makam lainnya. Setelah menjalani pemeriksaan, polisi langsung menetapkan Resi Rokis Suhana sebagai tersangka. Pelaku dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 365 KUHP tentang pencurian pemberatan, Pasal 179 KUHP tentang perusakan makam dan 180 KUHP tentang pencurian jenazah juncto Pasal 65 KUHP. "Dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Cilacap, Ajun Komisaris Polisi Agus Puryanto Sejauh ini kata Agus, polisi belum dapat memastikan apakah pelaku bekerja sendiri atau bersama pihak lain. Polisi masih mengembangkan kasus ini, karena diduga ada barang bukti lain yang masih disembunyikan tersangka. "Masih terus dikembangkan," ujarnya. Keluarga Korban Mengamuk Kabar tertangkapnya pelaku pembongkaran makam langsung diketahui Titin, ibu almarhumah Endah Setyowati. Setibanya di Polres Cilacap, Titin langsung berusaha menyerang pelaku saat digiring ke ruang pemeriksaan. Titin mengaku jengkel dengan ulah pelaku, wanita paruh baya itu pun tiba-tiba pingsan. Kerabat korban lainnya, Kartem mengaku, keluarganya sangat jengkel dengan ulah pelaku yang membongkar dan mengambil bagian tubuh jenazah Endah. Keluarga lanjutnya belum bisa tenang, lantaran tengkorak Endah belum ditemukan. "Kami berharap polisi terus mengungkap kasus ini, mencari karena tengkoraknya belum ketemu. Kalau sudah ketemu nanti dikembalikan ke makam almarhum," ujar Kartem.

Kamis, 05 Desember 2013

Moral orang indonesia



BEBERAPA hari yang lalu, tepatnya pada Kamis, 28 November 2013, saya mengetuai sidang promosi doktor di Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia YAI. Judul disertasi yang diajukan promovenda (calon doktor) Selviana adalah “Perilaku Moral pada Remaja: Suatu Penelitian pada Remaja di Sekolah Mahanaim”. 

Dalam disertasi itu Selviana menguji bagaimana hubungan antara religiusitas, empati, situs jejaring sosial, dan social capital dengan perilaku moral remaja. Pada masa kenakalan remaja makin meningkat, baik secara kuantitatif (makin sering, makin banyak) maupun secara kualitatif (makin sadis, jatuh korban jiwa), penelitian ini menjadi sangat penting. Awam sering menduga bahwa yang terpenting untuk perilaku moral adalah religiusitas. Makin religius makin baik perilaku moral seseorang. 

Karena itu, untuk mengatasi kenakalan remaja, perlu ditambah pelajaran agama. Faktor kedua yang sering dianggap sebagai biang keladi perilaku tak bermoral remaja adalah tidak ada lagi empati (memahami perasaan orang lain) pada remaja. Juga pengaruh jejaring sosial, khususnya Twitter dan Facebook yang begitu mudah diakses remaja melalui telepon selulernya (termasuk ponsel murah). Akhirnya Selviana juga memasukkan interaksi, kepercayaan (trust), dan kesamaan pandangan (shared vision) dengan orang tua, guru, dan teman, yang dinamakannya social capital, sebagai faktor yang juga diduga berpengaruh pada perilaku moral remaja. 

Hasilnya menakjubkan. Melalui teknik analisis statistik yang dinamakan Analisis Model Struktural, hasil kuesioner yang dikumpulkan dari 294 siswa/i SMA dan SMK Sekolah Mahanaim (70% siswa/i-nya berasal dari keluarga kurang mampu) menunjukkan bahwa religiusitas adalah yang paling kecil pengaruhnya terhadap perilaku moral. Itu pun tidak berupa pengaruh langsung, tapi harus melalui faktor (dalam penelitian disebut: variabel) social capital (orang tua, guru, dan teman). 

Sedangkan pengaruh social capital itu sendiri terhadap perilaku moral adalah yang terendah (nilai korelasi 0,36) dibandingkan dengan jejaring sosial (0,47) dan empati (0,56). Jadi kesimpulannya, bukan religiusitas yang menentukan perilaku moral, melainkan empati, jejaring sosial, dan social capital dengan empati sebagai faktor yang berpengaruh paling kuat di antara ketiganya. 

Penelitian Selviana memang hanya pada sebuah sekolah dengan sampel tidak sampai 300 orang. Tetapi, bukankah ini yang sedang terjadi pada bangsa kita di Indonesia sekarang? Religiusitas tetap dijunjung tinggi di negeri ini. Tetapi, lulusan sekolah agama yang tertinggi pun, bahkan ulama atau ustaz, atau yang selama ini kita ketahui sebagai orang dengan religiusitas yang sangat tinggi, tetap saja terlibat korupsi, kriminalitas, dan maksiat. Menurut budayawan Muchtar Lubis (1977) salah satu ciri bangsa Indonesia adalah munafik. 

Dalam istilah saya, orang Indonesia itu STMJ (salatnya terus maksiatnya jalan). Audhubilah minszalik. Di sisi lain, memang empatilah yang saya rasa hilang dari kepribadian bangsa kita. Dulu (karena saya juga hanya dengar-dengar) bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah-tamah, gotong-royong, dan sangat toleran satu sama lain. Pokoknya, Bhineka Tunggal Ika. Psikologinya di balik semua itu: empati. Mau mendengar orang lain, mengerti perasaan orang lain, ikut gembira kalau orang lain senang, ikut prihatin kalau orang lain susah. 

Tetapi, sekarang orang Indonesia senang melihat orang lain susah dan susah kalau melihat orang lain senang. Setelah pilkada hampir selalu rusuh, kantor KPU diserbu massa dari calon yang kalah. Antarkampung tawuran, antarsekolah baku serang, baku bunuh. Pengendara sepeda motor naik trotoar, naik jembatan penyeberangan, pengemudi bus ugal-ugalan, bahkan anak artis di bawah umur pun ikut ugal-ugalan, tidak peduli kalau ada yang tertabrak dan mati. 

Pedagang kaki lima dan pemukim liar seenaknya berdagang di kaki lima atau membangun di bantaran sungai atau di tepi rel kereta api tanpa peduli pejalan kaki mau lewat mana atau terjadi banjir (kan ada gubernur yang mengurus banjir?). Atau bagi-bagi harta benda ke diva-diva molek dari duit rakyat yang sedianya untuk memperbaiki bangunan sekolah yang hampir runtuh, memelihara, dan membangun sarana dan prasarana, mengembangkan program keluarga berencana dan jaminan kesehatan dan seterusnya, yang sudah ditunggu-tunggu rakyat sejak awal reformasi 15 tahun lalu. 

Semua ini terjadi di sebuah negara Pancasila yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai religius. Lalu, apa yang harus kita lakukan? Mengacu pada disertasi Selviana, jawabannya adalah meningkatkan kembali kadar empati bangsa Indonesia. Ini tidak bertentangan dengan religi karena agama pun mengajarkan bahwa hubungan dengan orang lain adalah sangat utama. Dalam Islam diajarkan hablul minanas sama pentingnya dengan hablul minallah (bahkan adakalanya hablul minanas lebih penting). 

Ajaran ini sebenarnya tidak mengizinkan orang mengusir orang lain dari tempatnya beribadah hanya karena dia pikir Tuhan tidak membolehkan orang lain yang beda agama beribadah di tempat itu. Sebagaimana Tuhan tidak membeda-bedakan umatnya, manusia pun tidak seyogianya membedabedakan orang lain. Bayangkan bagaimana kalau kita sendiri yang diusir dari tempat ibadah kita? Maka itu, sudah saatnya kita mengajarkan empati kepada generasi muda kita. 

Tidak cukup dengan mengajak anak-anak berulang tahun di Panti Asuhan, tetapi benarbenar mengajak mereka untuk menghayati kehidupan dan memahami cara berpikir dan perasaan orang lain yang tidak segolongan, yang berbeda kelas sosial, yang tidak seiman, yang berbeda etnik. Insya Allah kita akan mencapai apa yang dikatakan psikolog Kohlberg sebagai manusia bermoral tingkat pasca konvensional yang betul-betul beretika universal. 

Minggu, 01 Desember 2013

HADIAH DOA UNTUK ORG YG SDH MATI DARI ORG YG MASIH HIDUP



ORANG YG BERTAKWA AKAN MENDAPAT NIKMAT DALAM KUBUR. PENGHUNI KUBUR AKAN MENZIARAHINYA TUK MENANYAKAN KEADAAN SANAK KLUARGANYA. JIKA KEADAAN KLUARGA MEREKA BAIK,MRK SENANG DAN BAHAGIA. TETAPI JIKA KEADAAN KLUARGA MRK BURUK,MEREKA PUN SANGAT SEDIH. MAYIT ITU SPT MUSAFIR. JIKA IA DTG KESUATU KOTA, PENDUDUK KOTA AKAN MENANYAKAN KEADAAN KELUARGANYA DI KOTA ASAL SANG MUSAFIR. ORNG YG DHURHAKA TDK DPT SALING MENZIARAHI,KRN IA SLLU SIBUK DGN SIKSA KUBUR. SAYID SYATHO' DLM HASYIYAH I'ANATUT THOLIBIN MERIWAYATKAN SEBUAH HADIS BAHWA NABI SAW BERSABDA:
 "sesungguhnya arwah kaum mukminin setiap malam turun ke langit dunia lalu berhenti di depan rumahnya. mereka memanggil dgn suara sedih sebanyak 1000 kali, 'wahai kluarga ku, wahai anakku, wahai kerabatku, wahai yg tinggal dirumahku, wahai yg memakai pakaian ku, dan membagi bagikan hartaku, . adakah diantara kalian yg mengingatku,dan memikirkan dgn keterasinganku, kami berada dipenjara tuk waktu yg lama, kami dlm kesedihan yg dalam, kasihanilah kami, nanti Allah akan mengasihani kalian. jgn kikir kpd kami, nanti kalian akan menjadi seperti kami. wahai hamba hamba Allah,sesungguhnya kemuliaan yg saat ini kalian miliki, dahulu adalah milik kami, kami dahulu tdk menginfakkannya dijalan Allah. sekarang kamilah yg dihisab dan menanggung akibatnya. sedang kalian ygmemanfaatkannya"

 JIKA RUH RUH ITU PULANG DGN TANGAN KOSONG,MEREKA MENYESAL DAN MERUGI. NABI MUHAMMAD SAW BERSABDA:
"sesungguhnya keadaan mayit dikubur adalah spt org yg tenggelam dan membutuhkan pertolongan. ia mengharap doa dari anak, saudara atau temannya,jika ada yg mendoakan, maka itu lebih ia sukai daripada dunia seisinya, karna dia sdh tak bisa beramal lagi, sehingga apa yg ia harapkan adalah perhatian dari org yg masih hidup".

JIKA SESEORANG BERSEDEKAH , MEMBACA ALQURAN, ATAU DZIKRULLAH, HENDAKNYA IA MENGHADIAHKAN KPD AYAH, IBU, KAKEK, NENEK, LELUHUR MEREKA, PARA SAHABAT MEREKA, DAN ORG ORG YG MEMILIKI HAK TERHADAP MEREKA,YG SDH MENINGGAL, KARNA KARUNIA ALLAH SANGAT LUAS. JIKA IA MENGHADIAHKAN BACAAN QURAN, MAKA IA AKAN TETAP MEMPEROLEH PAHALA YG UTUH, DAN TDK SEDIKITPUN DIKURANGI. SEBAB ALLAH MENGETAHUI BAHWA MANUSIA ITU KIKIR, SEDANG DIA (ALLAH) MAHA PEMURAH DAN MAHA LUAS KARUNIA NYA. ALLAHUMMAGHFIRLAHUM WARHAM HUM . . .